 |
| Kawah Sikidang |
Sebenarnya lagi jenuh mau buat analisa dan tulisan yang berhubungan dengan Ekonomi ataupun yang berhubungan dengan market serta Money Management. Bukan hanya itu saja alasannya, salah satu hal yang membuat postingan ini lahir adalah karena otak yang lagi stress dan kurang liburan sehingga untuk melupakan sejenak dan refreshing maka dengan bercerita sambil buat postingan ini hidupku paling enggak akan terasa lebih bahagia -_- iya walaupun sedikit :( Dilanjut ke pembahasan kita tentang jalan - jalan bersama gadis cantik yang tiada duanya haha selain ibu ku maksudnya (agak gombal sih ) :P yaitu Ananda Aninditya. Gak perlu di ceritakan bagaimana orangnya, tentunya cantik, baik hati, enak diajak ngobrol tentang berbagai hal dan tentunya masih tetap cantik ya elah ini lagi haha :)
Trip saya mulai agak siang karena memang sempatnya siang, perjalanan pun saya menggunakan roda dua dari kota tercinta yaitu Wonosobo yang terkenal dengan Mie Ongklok, Dataran Tinggi Dieng, Anak Rambut Gimbal Dieng dan lainnya yang buat siapa aja datang ke kota Wonosobo akan jatuh hati untuk mengunjunginya lagi dan lagi. Siang itu di hari minggu memang tampak sangat cerah walaupun tidak cerah sekali. Ngomong - ngomong ini mau trip kemana nih ? pasti kalian penasaran kan, ya jelas pilihan kami memang tidak jauh dalam melakukan travelling yaitu ke Dataran Tinggi Dieng atau yang dikenal dengan Dieng Plateau. Yapss sebelum lanjut mungkin yang belum pernah ke Dataran Tinggi Dieng pasti akan penasaran tempat apa sih yang akan kita kunjungi ? Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran terluas yang ada di belahan dunia ini kedua, benar sekali karena dataran tinggi terluas dan paling luas di dunia terletak di Negara Nepal.
Terus obyek wisatanya apa saja :
- Kompleks Candi Arjuna , Telaga Balaikambang, Candi Gatotkacha, dan Candi Setyaki
- Kawah Sikidang
- Telaga Warna dan Telaga Pengilon
- Dieng Plateau Theater
- Bukit Sidengkeng (Wana Wisata Petak Sembilan)
- Batu Pandang atau yang terkenal dengan sebutan Batu Ratapan Angin
- Candi Bima
- Sumur Jalatunda dll.
Masih banyak lagi yang harus saya tulis berhubung lagi males nulis tentang obyek wisatanya jadi cukup delapan saja dulu ya hehe. Untuk detail obyek wisata satu persatu akan saya bahas pada postingan selanjutnya ya jadi sabar dahulu, dilanjut nih travellingnya setelah sampai dirumah perjalanan pun di lanjut ke Dataran Tinggi Dieng yang terkenal akan dingin dan ruwatan rambut gimbal yang dilakukan setiap tahun oleh pemerintah daerah terkait. Perjalanan dari kota tercinta Wonosobo menuju Dieng yaitu kurang lebih 30 menit sampai 45 menit jika keadaan jalan lancar tapi waktu itu sungguh sial karena ternyata jalan yang kami lewati agak padat dan terjadi kemacetan di beberapa titik seperti di pasar - pasar sebelum menuju ke Kecamatan Garung. Alhasil kamipun tidak kehilangan cara dan memilih jalur alternatif yang memang agak jauh tetapi kalau sedang cerah pemandangannya sungguh indah dan romantis, berharap cuaca cerah tetapi apa daya alam berkata lain hujan gerimispun datang dan terpaksa harus memakai jas hujan. Pemandanganpun tak kami dapatkan hanya rintik air hujan yang menemani kami berdua selama perjalanan menuju Dataran Tinggi Dieng. Gak usah dibayangin bagaimana dinginnya deh, sudah pasti masih akan terasa hangat kok :P haha sebenarnya hati ini ingin singgah di Obyek Wisata pertama kali yang sungguh menawan yaitu Gardu Pandan Tieng dengan ketinggian 1.789 meter diatas permukaan laut (mdpl) tapi lagi - lagi kami melihat bahwa situasi tidak memungkinkan maka keinginan untuk bersinggah sebentar di Gardu Pandang Tieng pun kami urungkan karena kabut tebal menyelimuti sehingga tidak ada yang bisa dilihat selain warna putih :( hiks.
 |
| Ini bukan Gardu Pandang ya tapi Telaga Menjer |
Sudah gak usak ngarepin foto yang di Gardu Pandang Tieng karena memang cuaca lagi gak bersahabat maka berhentipun urung dilakukan alhasil tak dapat fotonya :( #sedih dan perjalanan kami pun berlanjut sampai di Dieng Plateau. Akhirnya setelah melancarkan perdebatan sengit untuk tujuan pertama maka deal kita sampai ke Batu Pandang atau yang terkenal dengan Batu Ratapan Angin yang terletak di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar persis letaknya ada di sebelah gedung theater dan naik sebentar lah kurang lebih 10 menit sampai lah kita di puncak Batu Ratapan Angin :)
 |
Jangan harap dapat foto yang bagus
karena emang cuacanya lagi mendung dan bekabut :( |
 |
| Fokus ke Telaganya jangan ke muka kita berdua :P |
Setelah puas menikmati indahnya Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas puncak bukit Batu Ratapan Angin maka perjalananpun dilanjutkan ke obyek wisata yang tidak kalah menariknya yaitu Kawah Sikidang. Wah disini emang spot fotonya bagus - bagus dan sangat keren tapi sayang harus bayar. So setelah puas menikmati panasnya Kawah Sikidang maka kami tak lupa untuk berfoto - foto dan berselfie ria haha. Dan setelah puas maka destinasi selanjutnya yang masih namoak sepi dari pengunjung adalah obyek wisara Telaga Merdada, telaga ini merupakan telaga terluas yang ada di Dataran Tinggi Dieng yang menarik adalah sumber mata airnya hanya dari air hujan dan tentunya ketika musim kemarau bisa ditebak bahwa air di Telaga Merdada ini akan surut dan kering. Disini kita menghabiskan waktu agak lama sambil bercerita tentang banyak hal dan di temani oleh pemandangan yang sangat menyejukkan kedua bola mata yaitu selain air telaga yang jernih anda juga akan bisa menatap indahnya lereng Gunung Sumerep. Dan ketika matahari mulai malu dan segera pamit maka kami pun memutuskan untuk segera kembali turun dan pulang.
 |
| Photo with Owl |
 |
| Sok romantis haha :P |
0 komentar:
Post a Comment