Blog Pribadi tentang Investasi, Marketing dan Berbagi Pengalaman
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Thursday, 11 February 2016

Nasib PKL dan fenomena PL | Idam

Sistem Ekonomi Yang Perlu Diperbaiki



Meski udara malam hari kota Wonosobo begitu dingin, saya akan ajak para pembaca untuk sejenak jalan-jalan menikmati suasana kota yang aman-sehat rapi lagi indah ini. Jangan khawatir, hawa dingin akan segera hilang, ayo kita patungan beberapa ratus ribu untuk menyewa sebuah room karaoke yang saat ini keberadaannya menjamur di setiap sudut dan tengah kota, syair dangdut bernafas religi ala Bang Haji Rhoma yang di lantunkan para PL cantik lokalan didalam bilik ruang remang-remang bakal menghangatkan suasana . Dan karena efek lirik religius lagunya Bang Haji yang dinyanyikan merdu oleh mbak pemandu lagu, maka hati kita akan terasa teduh dan tentu saja, seksi!. Kadang suasana hangat bisa menjadi panas-dingin memacu adrenalin kita, ketika sosok mbak PL cakep yang mulai (atau kita yang mulai) nakal itu kita kenali dengan baik, atau jangan-jangan mereka yang bekerja ditempat-tempat itu adalah salah satu kerabat dekat kita, atau bisa juga anak wedok yang ngakune pamit ngerantau buat kuliah, Panas dingin bukan?
Pembaca yang budiman, anda tentu akan merasa prihatin melihat keadaan ini. Dibalik citra siang hari yang menampilkan Wonosobo sebagai salah satu kota yang terkenal dengan kehidupan masyarakatnya yang religius dan bermoral luhur, akan segera berubah begitu matahari disini mulai tenggelam. Suatu peristiwa siklus kehidupan sosial yang sangat ironi angkres dan membuat trenyuh- miris. Tukang ndolog kayu boleh saja berpendapat, bahwa jaman memang sudah berubah, ora edan ora keduman, atau omong kosong filosofi lain. Atau kaum cah kuliahan muda yang keminggris berpendapat bahwa hal ini adalah pengaruh globalisasi yang tidak bisa dibendung arusnya. Padahal sebenarnya asal-muasal masalahnya sepele, EKONOMI.
Masalah serius tapi nggak ngetren : lapangan kerja
Permasalahan disini akan ditindak secara serius bilamana hal tersebut sedang ngetren, sedangkan permasalahan yang sesungguhnya benar-benar serius tapi kalo tidak ngetren biasanya diabaikan. Lapangan pekerjaan di Wonosobo adalah suatu permasalahan serius tapi sayang tidak ngetren, pemerintah daerah sekarang sepertinya tidak serius dan seenaknya dalam hal ini. Saya tidak sembarangan bicara, coba hitung jumlah perusahaan ritel warungan macam ind*ma*et, hampir setiap jengkal dipinggir jalan Wonosobo ada. Manfaatnya memang menciptakan lapangan kerja, tapi masalahnya adalah menimbulkan persaingan tidak imbang antara bakulan cilik dengan raksasa perusahaan warungan besar, melindungi rakyatkah hal itu?
Lalu ada berapakah perusahaan dan pabrik-pabrik disini yang benar-benar berinvestasi untuk kegiatan di sektor-sektor penting? Kita anggap ada banyak, lalu ambil contoh pabrik pengolahan kayu, tapi apakah sudah benar-benar mensejahterakan pekerjanya? Jangankan keselamatan kerja, standar gaji saja masih menjadi permasalahan yang sepertinya tidak mampu pemerintah pecahkan. Ini fakta, ketika saya menjadi penagih hutang kreditan motor yang menangani 730 nasabah yang tersebar di seluruh wilayah Wonosobo, ada sekitar 30% kredit macet, saya paling sulit menangani para pekerja buruh, apa mau dikata jika gaji yang diterima pas-pasan, wajar jika sekali menunggak angsuran, maka sulit untuk menormalkan kembali. Faktor gaji hanya salah satu masalah, tapi masalah urgent lain adalah beberapa masyarakat yang terdesak himpitan ekonomi, menyengajakan diri menumbalkan KTP-nya untuk kredit barang dan mencurangi bank untuk barang tersebut dijual lagi secara gelap, sehingga hari ini kegiatan yang dilakukan mainstream tersebut melahirkan sebuah peluang dan terciptalah bisnis cukup bagus, yang tidak lain hal ini terlahir karena minimnya pekerjaan. Sungguh, bahwa letak kesalahan adalah pada sistem dan aturan yang buruk, bukan manusianya. Manusia hanyalah manusia, yang dianugerahi akal, untuk bertahan hidup segala tindakan diupayakan, maka hal yang picik jika kita menyalahkan dan menuding oknum-oknum tertentu, tapi sistemlah yang memang sudah keliru dan harus dirubah.
Ekonomi yang tidak dilindungi
Tidak perlu muluk-muluk jauh mempromosikan kepada para investor agar membangun bisnisnya yang akan menciptakan lapangan kerja, hal kecil saja, yaitu melindungi pekerjaan yang sudah ada saja sepertinya masih belum. Lihat saja pasar induk, berapa kali terjadi peristiwa kebakaran? Jika hal ini terjadi berulang apakah memang kecelakaan?. Baiklah walaupun saya ini bukan, tapi sebagai warga kota yang masyarakatnya terkenal religius, mari kita ambil dari kacamata yang khusnudzon, maka jika hal ini memang kecelakaan tentunya ini adalah sebuah ketelodaran yang sungguh ngecamprang mengingat pasar adalah pusat ekonomi rakyat banyak, rakyat kecil lho. Lalu siapa yang dirugikan? Bilamana memang kios-kios di pasar telah diasuransikan dan dijamin ganti ruginya, tetap saja PKL dan pedagang-pedagang kecil tak bertoko tidak dapat apa-apa, belum lagi jasa-jasa angkutan sayur yang terpaksa mengembalikan mobil cicilannya karena ekonomi mati untuk beberapa saat, dari dampak besar yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat banyak tersebut, tentu saja keteledoran yang ngecamprang adalah hal yang sulit untuk dimaklumi. Jika pasar yang keberadaannya amat penting saja tidak dilindungi, bukanlah peristiwa yang mengagetkan ketika beberapa tahun lalu sebagian harta masyarakat Wonosobo dikeruk oleh perusahaan investasi bodong yang tidak bertanggung jawab berlabel PT semacam SS, Rajawali, si konyol berjenggot. Lalu mana filter untuk hal tersebut? Kenapa ijin resmi bisa keluar untuk sesuatu yang jelas merugikan orang banyak. Jika saja mampu dan berani, maka pagi itu setelah selesai masang tenda perusahaan dealer tempat saya bekerja, karena tahu akan menyusahkan banyak orang, peresmian PT bodong didepan pendopo waktu itu mending diobrak abrik dan tak gegeri, sayange saya cuma rakyat yang cilik, lemah, jomblo pula. Jangankan diciduk, dibentak sekali saja sama satpol perjuanganpun pasti berakhir.
Manusia setengah dewa II
Dari panjang lebar penjelasan ini, masalah ekonomi adalah faktor utama keironian yang timbul disini, masalah moral dan masalah akhlak yang merosot dikarenakan pengaruh tempat hiburan malam yang merajalela biarlah masyarakat yang urus sendiri, urus saja tugas kita masing-masing, yang penting pemerintah ciptakanlah situasi ekonomi yang kondusif, undang para investor agar mau buka pabriknya disini sehingga tercipta lapangan kerja dan berikan perlindungan keamaan dari pungli-pungli yang merugikan, filter dan awasi betul betul perusahaan yang hanya memeras keringat orang. Gunakan dana daerah yang dimiliki untuk mengadakan bimbingan dan seminar untuk para mbak-mbak PL, para pengangguran dan PKL bakul sandal, kaset vcd bajakan dsb agar makin pintar menciptakan peluang dan menjadi masyarakat berkualitas yang siap bersaing dan punya nilai jual.
Dan syukur-syukur bila pemerintah berbaik hati, hiburlah kami para PKL, buruh pabrik, yang secara langsung lelah dan keringatnya turut membantu memajukan kota ini, senangkan kami dengan pesta rakyat yang meriah, bukan malah menertibkan dengan kasar para PKL yang mengais rejeki ditengah pesta rakyat yang seharusnya menjadi hak kami juga. Niscaya dengan semua seminar-seminar dan program pro-rakyat itu, lapangan kerja yang melimpah tercipta melalui rakyat yang pintar mengembangkan ekonominya, industri2 kreatif pun akan tercipta, maka akan memberikan pilihan dan berfikir ulang bagi mbak-mbak daripada memilih bekerja dengan terjun ke dunia sing ora-ora. Juga jangan abaikan kaum jomblo, kaum jomblo merupakan generasi penerus yang rela memilh hidup dalam sepi demi mengkonsentrasikan diri untuk gagasan brilian yang nantinya berguna untuk orang banyak, KUA memang menggratiskan pernikahan, tetapi ide revolusioner jomblo seperti saya hanyalah sebuah ide gemading yang tidak matang bilamana masa “topo ing ramenya” terganggu karena tekanan batin, dikucilkan dan dianggap kaum pecundang. Senangkan kami dan beri kami kelas pelajaran psikologi, ilmu komunikasi atau apalah, yang penting bagaimana caranya bisa menjadi manusia seutuhnya yang keren sehingga keberadaan kami yang ada tapi kesingsal, terdengar tapi samar, urip tapi mlipir-mlipir bisa turut eksis berjuang demi meneruskan cita-cita mulia kota ini menuju masyarakat yang religius, toleran dan sejahtera.
Moral dan masa depan Wonosobo pun terselamatkan, generasi penerus kita dimasa depan akan menjadi bibit unggul yang punya budaya dan cerdas, karena mereka tidak kenal dan jauh dari pergaulan bebas. Situasi seperti sekarang yang buruk ini akhirnya hanya memunculkan generasi yang memprihatinkan berupa bibit cabe-cabean, atau terong-terongan yang kerjaannya nongkrong miris didepan Adipura, sungguh suatu gambaran beberapa tahun kedepan yang mengerikan. Tapi bilamana program-program itu dapat terwujud, maka tanpa perlu pencitraan, wahai yang mulia bapak bupati dan ibu wakil bupati yang kami cintai, bapak DPRD serta bapak-bapak semua yang punya pengaruh dikota ini, kami akan sangat berterima kasih dan takdim pada anda semua sehingga secara otomatis kalian kami anggap sebagai manusia.. setengah dewaaaa. JRENG
Source : fb (klik disini)

Wednesday, 19 November 2014

Faktanya BBM Termahal ada di Indonesia setelah Inggris dan Turki Kok Bisa ?

Kali ini saya tidak akan membahas dan berdebat tentang kenaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), karena saya sedang malas membahas hal tersebut. Sebetulnya semua mempunyai plus minus tersendiri tentang dampak kenaikan BBM tapi lagi lagi yang dapat getahnya adalah rakyat kecil alias wong cilik, kasian - kasian sekali ini wong cilik yang lagi lagi menanggung beban penghapusan subsidi BBM di tahun ini. Yah namanya wong cilik (orang kecil) mau gimana lagi, mau demo sampai ke Istana Negara pun paling paling sampai sana ketemunya Paspampres haha, langsung saja kita lihat BBM termahal di dunia itu dimana ? Karena saya akan beberkan fakta mengejutkan tentang BBM.

Jika Anda ingin tahu lebih jelasnya, berikut perbandingan harga-harga BBM di beberapa negara kawasan Amerika, Eropa, Asia dan Timur Tengah, berikut ini data per November 2014 yang dilansir dari Numbea (Kurs: Rp 12.148/US$):

1. Venezuela

Harga bensin US$ 0,06 per liter atau Rp 728 per liter

2. Arab Saudi

Harga bensin US$ 0,12 per liter atau Rp 1.450 per liter

3. Iran

Harga bensin US$ 0,25 per liter atau Rp 3.050 per liter

4. Mesir

Harga bensin US$ 0,26 per liter atau Rp 3.150 per liter

5. Brunei Darussalam

Harga bensin US$ 0,41 per liter atau Rp 4.980 per liter

6. Uni Emirat Arab

Harga bensin US$ 0,47 per liter atau Rp 5.700 per liter

7. Malaysia

Harga bensin US$ 0,6 per liter atau Rp 7.300 per liter

8. Amerika Serikat

Harga bensin US$ 0,89 per liter atau Rp 10.800 per liter

9. Brazil

Harga bensin US$ 1,07 per liter atau Rp 13.000 per liter

10. Filipina

Harga bensin US$ 1.09 per liter atau Rp 13.250 per liter

11. Thailand

Harga bensin US$ 1,1 per liter atau Rp 13.363 per liter

12. India

Harga bensin US$ 1,17 per liter atau Rp 14.200 per liter

13. Singapura

Harga bensin US$ 1,54 per liter atau Rp 18.700 per liter

14. Prancis

Harga bensin US$ 1,74 per liter atau Rp 21.140 per liter

15. Inggris

Harga bensin US$ 2,03 per liter atau Rp 24.700 per liter

16. Turki

Harga bensin US$ 2,17 per liter atau Rp 26.400 per liter.

Mungkin anda akan mengatakan WOW BBM termahal ada di eropa di Inggris dan di Turki, Rp. 26.400 per liter, saya akan tertawa melihat anda mengatakan bahwa termahal itu di dua negara tersebut. Karena faktanya adalah BBM TERMAHAL ada di NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, mungkin anda akan menganggap saya GILA tapi faktanya adalah IYA memang benar. Tapi kan cuma Rp. 8500 kok mahal ?

Coba lihat fakta di Lapangan tepatnya di daerah PAPUA, ingin tahu harganya berapa ? 

Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000 per Liter



Masih tidak percaya silakan buka link di bawah ini :

http://www.merdeka.com/peristiwa/gubernur-papua-harga-bensin-di-papua-rp-100-ribuliter.html

http://news.detik.com/read/2014/11/18/124137/2751476/10/buat-yang-demo-kenaikan-bbm-tolong-dibantu-harga-bbm-di-papua-rp-50-ribu-liter

Saturday, 15 November 2014

Polemik Kolom Agama di KTP yang di Hapus Mencederai Pancasila

Polemik Kolom Agama di KTP yang di Hapus Mencederai Pancasila



Masih santer terdengar tentang rencana Pak Menteri Dalam Negeri yang akan menghapus kolom Agama yang ada di Kartu Tanda Penduduk atau KTP, benar atau tisaknya dan jadi atau tidaknya semua itu belum jelas. Tetapi semua pemberitaan yang saat ini ramai diberitakan menunjukkan adanya Pro dan Kontra tentang wacana itu, saya sendiri pun masih bingung dan berpikir tentang hal tersebut.

Setelah saya berpikir sejenak, saya teringat pada salah satu buku seorang penulis Blog yaitu Agus Mulyadi yang berjudul Jomblo tapi hafal Pancasila, ah ada - ada saja mungkin ini untuk sekedar mengingatkan para jomblo atau memang untuk jomblo agar bisa belajar Pancasila serta bisa melupakan mantan haha, saya memang belum begitu paham karena saya sendiri belum pernah membaca buku tersebut. Kembali ke poin kita yaitu tentang Kolom Agama yang akan dihapus, sebetulnya saya tidak setuju dengan wacana tersebut.

Kenapa ? Karena sudah sangat jelas dan jelas sekali bahwa di dalam pancasila pertama dan di utamakan adalah KETUHANAN YANG MAHA ESA, apakah menurut anda kurang jelas ? Dasar negara yang kita ucapkan setiap awal pekan dan setiap hari senin saat upacara bendera. Apakah anda tidak bisa memaknai arti tersebut ?

Disinilah yang saya maksud, jika kolom agama kosong maka jelas terlihat sekali bahwa orang ini tidak beragama atau dalam arti kata lain kaum minoritas ini akan dianggap tidak mempunyai Tuhan. Benar sekali, dengan meniadakan atau membuat kolom agama menjadi kosong maka ini mencederai Pancasila. Kenapa ? Kalau memang agama kaum minoritas memang diakui dan saya ulangi jika memang di akui saya kira pemerintah harus mengakui agama kaum minoritas tersebut, bukannya menggantungkan seperti isitilah keren anak muda di PHPin. Ini justru akan membuka peluang orang - orang yang tidak berTuhan, atau justru ini memang di sengaja mencederai Dasar Negara atau bagaimana entah saya kurang begitu mengerti.

Tapi saran saya untuk pemerintah atau Mendagri sebaiknya kalau memang mengakui agama kaum minoritas segeralah akui dengan menjadikan agama sah di Negeri tercinta ini, dari pada membuka peluang untuk memang yang tidak ingin berkeTuhanan justru ini akan Mencederai Dasar Negara Republik ini.

Atau saran saya yang lebih extrim, kosongin aja Pancasila pertama !!! :)


Copyright © Diary Rifai | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com